Senin, 09 November 2009

PHOTO 3R


PHP dikenal sebagai sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag HTML yang diekseskusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti guestbook, statistik pengunjung, polling, email, dan masih banyak lagi.

Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 dari setumpuk script perl CGI untuk melacak siapa saja yang mengakses resumenya di web. Versi pertama PHP dirilis pada tahun 1995. Rasmus kemudian menulis ulang script-script perl tersebut dengan menggunakan bahasa C guna meningkatkan kecepatannya kemudian menambah fasilitas untuk Form HTML dan dukungan koneksi ke database mSQL. Sejak saat itu lahirlah PHP versi kedua yang dikenal sebagai PHP/FI.

PHP versi ketiga dirilis pertengahan tahun 1997. Pada versi ini pembuatannya tidak lagi oleh Rasmus sendiri, tetapi juga melibatkan programmer lain yang antusias untuk mengembangkan PHP.

PHP versi 4.0 dirilis bulan oktober 2000. Perubahan mendasar pada PHP 4.0 adalah integrasi Zend Scripting Engine yang dibuat oleh Andi Gutmans dan Zeev Suraski yang manghasilkan banyak peningkatan kecepatan yang sangat besar dibanding versi sebelumnya. Dan sampai saat ini (November 2003) PHP telah mencapai versi 5.0.

Berdasarkan hasil survei di website resmi PHP (www.php.net/usage.php), pada Mei 2002, di seluruh dunia PHP telah dipakai oleh lebih dari 9 juta domain dan pada November 2003 terjadi peningkatan signifikan menjadi lebih dari 14 juta domain. Jumlah ini akan selalu meningkat dengan cepat yang menunjukkan PHP telah semakin populer digunakan di dunia. Sekarang April 2007 sudah mencapai 25 juta domain. PHP versi pertama diberi nama Personal Homepage dan entah kapan namanya berubah menjadi PHP Hypertext Preprocessor.

Mengapa Memilih PHP

*Life Cycle yang sangat singkat , sehingga PHP selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi internet.
*Cross Platform, yakni PHP dapat dipakai di hampir semua webserver yang ada di pasaran (terutama Apache dan Microsoft IIS) dan dijalankan pada berbagai sistem operasi (Linux, Windows, FreeBSD).
*PHP mendukung koneksi ke banyak database baik yang gratis maupun komersil, seperti mySQL, mSQL, Oracle, Microsoft SQL Server, Interbase, dan banyak lagi.
*PHP bersifat open source dan gratis.
*Kemudahan dalam mendapatkan dokumentasi. Di Internet, Kita tidak akan sulit untuk mencari baik itu referensi, kode-kode PHP yang sudah jadi dan juga mengajukan pertanyaan pada grup-grup diskusi yang di dalamnya banyak sekali para master PHP.

Jika anda mempelajari PHP dengan menggunakan buku seperti yang dijual dipasaran memiliki kekurangan diantaranya adalah:

* Tidak dilengkapi source code sehingga anda harus ketik ulang scriptnya

* Tidak dilengkapi kumpulan script siap pakai

* Tidak disediakan program untuk install web server sehingga Anda harus install sendiri secara manual

* Tidak dilengkapi dengan software pendukung lainnya seperti Editor PHP/HTML, FTP dll

Senin, 26 Oktober 2009

a.) Bluethoot

Caranya :
Langkah Pertama :
1. Masuk ke menu Manage Connections
2. Centang kotak Bluetooth untuk mengaktifkan
3. Lalu scroll ke bawah, masuk ke Bluetooth Options
4. Klik Menu (tombol berlogo BB) dan pilih Options
5. Ubah settingan pada Discoverable dari yang semula No menjadi Yes
6. Simpan

Langkah Kedua bluetooth :
1. Selanjutnya hidupkan Bluetooth hape penerima/pengirim
2. Pada BB, masuk ke menu Manage Connections lagi
3. pilih Set Up Bluetooth dan klik Search
4. Pilih bluetooth yang muncul disitu dan masukkan kode pin
(terserah Anda, contoh: 12345)
5. Pada hape penerima/pengirim klik Yes/Accept
6. Masukkan PIN yang sama
7. Muncul pilihan connect to … (pada BB) klik OK.

Langkah Ketiga :
1. Pada BB Anda, masuk ke menu Media, pilih Music/Video sesuai dengan
file yang akan ditransfer dan kemudian tekan tombol berlogo BB dan
pilih Receive UsingBluetooth.
2. Akan muncul tulisan Waiting for connection.
3. Silahkan kirim dari hape lainnya.

b.) Infra RED

Caranya :
Hp yang akan ditransfer harus dinyalakan dan komputer tersebut juga harus diaktrifkan. Kemudian Intra RED tersebut diDekatkan pada komputer yang akan menerima file.

c.) Kabel Data

Caranya :
Pasang kabel dihp dan PC, kemudian periksa sudah c0nect apa belum. Kalau sudah tng9al plih file diPC trus copy.

d.) CARD READER

Caranya :
1. Ambil memori yang ada pada Hp tersebut
2. Siapkan CARD READER
3. Masukan memori tersebut pada CARD READER
4. Tancapkan CARD READER pada komputer yang akan kita pakai
5. Kemudian periksa, apakah sudah cOnect apa belum,
kalau sudah tinggal pilih file dan copy.

  • Bluetooth
  • Infra Red (Infra Merah)
  • Kabel Data
  • Card Reader

1. Kamera Analog

Sebelum era digital orang sudah mengenal berbagai macam jenis dan merk dari kamera analog. Sebutan analog berbeda dengan otomatis dalam ruang lingkup kamera. Analog dalam kamera mengacu pada sistem kerja mekanik dari suatu kamera. Sistem kerja kamera analog yang banyak digunakan oleh masyarakat umum adalah menggunakan film seluloid 35mm sebagai sarana untuk menangkap cahaya(dalam hal ini biasa disebut gambar). Walau kamera analog banyak jenisnya tapi prinsipnya sama, yaitu menerima data gambar melalui proses kimiawi suatu media. Sebenarnya media penerima gambar tidak hanya film seluloid 35mm. Tapi dalam hal ini saya tidak akan membahas lebih lanjut karena topik pembahasan kali ini adalah perbedaan kamera digital dan kamera analog.

Film pada kamera analog berfungsi ganda sebagai penerima gambar sekaligus sebagai penyimpan data gambar yang dihasilkan. Pada media film berlaku 1 gambar yang kita perolah akan disimpan dalam 1 media film. Umumnya produsen menyediakan 1 roll film yang berisi sejumlah film dengan tujuan agar para konsumen tidak perlu selalu mengganti film yang sudah terpakai.

Jenis-jenis "Kamera Analog"
Contohnya :


a.
b.
c.
d.

e.


2. Kamera Digital

Pada kamera digital sistem penerimaan cahaya untuk menghasilkan suatu gambar dengan menggunakan sensor yang digunakan untuk menggantikan media film pada kamera analog. Sensor yang berada dibelakang lensa setelah menerima cahaya akan mengirimkan data mentah digital ke prosesor suatu kamera. Prosesor kamera tersebut berfungsi untuk mengolah data mentah digital menjadi data digital gambar yang lebih baik. Setelah pemrosessan, data gambar yang masih dalam bentuk digital akan disimpan dalam mendia penyimpanan berupa memori yang tedapat dalam kamera digital. Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.

Jenis-jenis "Kamera Digital"
Contohnya :

a.

b.

c.

d.


Perbedaan Kamera Analog & Digital




Teknik Pemotretan yang Bagus Untuk bisa menghasilkan foto yang baik, hal yang sebaiknya dikuasai antara lain adalah teknik-teknik dasar pemotretan dan penguasaan alat. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang bisa dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat. Dengan kata lain foto yang baik, terbentuk dari hasil perpaduan kedua hal tersebut

A. FOKUS Foto dik
atakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan: - Manual Focus: memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). - Auto focus: dengan menekan setengah tombol shutter release, hingga indikator fokus menyala.

FOKUS BERGERAK

Pemotretan objek yang bergerak menuntut fotografer untuk terus menerus mengubah pengaturan fokus pada kameranya.Pada saat pemotretan fashion show, fotografer menunggu moment saat sang peragawati berada pada pose yang baik dan disain pakaian yang dikenakannya terekam secara maksimal. Beberapa moment yang bagus dalam pemotretan fashion show adalah ketika peragawati sedang berjalan menuju ujung catwalk. Dalam moment tersebut efek gerak dari disain baju bisa tertangkap kamera. Khususnya untuk disain baju yang berkonsep pada rancangan gaun panjang atau long dress. Untuk sudut pemotretan ini lebih bagus pada sisi kanan dan kiri panggung. Karena dari sudut tersebut arah gerak kaki dan sibakan atau lambaian kain bisa terekam dengan baik. Jadi anda tidak perlu kecewa kalo tidak mendapat tempat di depan panggung catwalk. Untuk moment tersebut paling mudah dilakukan dengan kamera ber-lensa AF (auto focus). Karena lensa AF mampu mengejar dan mengunci focus dengan cepat pada obyek yang bergerak. Selama obyek yang bergerak tersebut mendapat pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu dibaca oleh sensor kamera.

FOKUS JEBAKAN

Pada hal-hal tertentu, kita harus memfokus dengan perkiraan karena berbagai hal, misalnya obyeknya akan lewat dalam waktu singkat, atau pada waktu yang tak terduga, atau pada keadaan yang tidak memungkinkan kita memotret dengan kondisi normal. Menyetel fokus dengan perkiraan tanpa membidik disebut dengan istilah preset focus. Salah satu contoh pemotretan yang menggunakan teknik preset focus adalah pada pemotretan fashion di catwalk. Ada beberapa fotografer ketika memotret fashion cenderung mengambil moment pada saat sang peragawati pose di atas catwalk atau sambil memain-mainkan ornamen atau asesoris yang ada pada baju yang dibawakan (misal: selendang, gaun yang panjang dll). Atau juga ketika berjalan menuju ke ujung catwalk (seperti pada kasus topik fokus bergerak). Pada teknik ini, fotografer yang memakai lensa manual terlebih dahulu menyetel fokus dengan memperkiraan fokus pada posisi sang peragawati akan melakukan gerakan-gerakan posenya.

Suatu contoh : fotografer yang memakai lensa fokus manual ingin memotret setiap peragawati yang pose di ujung catwalk. Pada umumnya peragawati hanya pose dalam hitungan detik. Jadi sang fotografer harus bisa menangkap moment yang sangat singkat tersebut. Daripada harus mengubah-ubah setelan fokus, dia mengambil fokus benda yang berada dan sejajar di area sang peragawati yang akan pose. Seperti bagian tepi kanan kiri catwalk, kemudian mempertahankan posisi fokus tersebut. Pengalaman saya, dulu saya memakai lakban / selotip untuk mengunci fokus lensa manual saya. Sehingga ring fokus lensa tidak berubah. Tetapi seperti biasa, apabila dilakukan dengan lensa AF, maka fotografer hanya perlu mengatur lightmeter pada kamera untuk mendapatkan pencahayaan yang normal.

Selain masalah fokus, satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemotretan fashion di atas catwalk adalah masalah pengaturan white balance (WB) kamera. Pada umumnya di setiap pagelaran fashion khususnya di Indonesia, type lighting yang dipakai mulai dari lighting panggung sampai lighting spot untuk peragawati yang berpose adalah type tungsten.Type lampu tungsten yang terekam di kamera digital akan membentuk imaji objek dengan nuansa kuning. Tanpa disadari nuansa kuning tersebut akan mengganggu dan mengubah nuansa warna baju yang dikenakan oleh peragawati.


B. EKSPOSURE (PENCAHAYAAN) Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya media rekam (film atau sensor digital) yang ada di kamera. Cahaya yang diterima objek harus cukup (tidak berlebihan atau kekurangan) sehingga dapat terekam dengan baik oleh media rekam. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan media rekam (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan media rekam yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke media rekam sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed) . - Pencahayaan normal (norm eksposure) berarti warna yang muncul pada hasil foto sesuai dengan yang diharapkan. - Kelebihan pencahayaan (over exposed) mengakibatkan hasil warna foto lebih putih dari keadaan normal, foto kehilangan detail - Kekurangan pencahayaan (under exposed) mengakibatkan hasil warna foto menjadi lebih gelap. Mencahayai media rekam (film atau sensor digital) dapat diibaratkan dengan membuka kran untuk mengisi air ke dalam ember. Cahaya diumpamakan sebagai air - ASA/ISO/DIN kita umpamakan sebagai ukuran ember, ASA rendah berarti ember yang kita gunakan lebih besar, sehingga membutuhkan air (cahaya) yang lebih banyak - Besar kecilnya lubang kran ialah diafragma, lubang (bukaan) besar, berarti air (cahaya) yang masuk lebih banyak, sehingga pengisian air dalam ember menjadi lebih cepat - Kecepatan rana diumpamakan waktu yang kita gunakan untuk memenuhi ember tersebut dengan air hingga penuh. Waktu yang digunakan untuk mengisi ember tersebut harus tepat sehingga tidak sampai lebih atau kekurangan. - Bukaan Diafragma (apperture) Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk. Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik. “Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.” bukaan diafragma: http://i297.photobucket.com/albums/mm240/puanz/cam4.gif - Kecepatan Rana (shutter speed) Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai media rekam. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang media rekam dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang media rekam dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana akan membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari media rekam. Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dst dan B (Bulb) untuk kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan). Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. “Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk” - Kepekaan media rekam (ISO) terhadap cahaya Media rekam memiliki berbagai ukuran kepekaan cahaya. Satuan ukuran ini biasa disebut: - ASA : American Standard Association, satuan yang banyak digunakan di dunia - DIN : Deutch Industri Norm, satuan ini banyak digunakan di Jerman dan di daerah Eropa - ISO : International Standard Organization, satuan internasional gabungan ASA dan DIN. Misal ASA 100 dan DIN 210, menjadi satuan ISO 100/210. Makin kecil satuan media rekam (semakin rendah ISO), maka media rekam makin kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari media rekam tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka media rekam semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari media rekam tersebut. Misal, ISO 100 lebih banyak butuh cahaya daripada ISO 400.

Minggu, 25 Oktober 2009

  1. Melakukan percetakan foto
  2. Melakukan pencetakan sablon
  3. Melakukan pencetakan banner & sejenisnya
  4. Melakukan pencetakan souvenir (pin, kaos, mug, piring)
  5. Menghitung proses produksi
1. Melakukan percetakan foto
  • Melakukan foto (pemotretan)
(Tugas)
- Browsing, carilah teknik pemotretan dengan baik
- Carilah jenis-jenis foto yang kamu ketahui (analog/digital)
  • Melakukan transfer
(Tugas)
- Carilah media transfer yang bisa menghantarkan file foto ke komputer
- Carilah teknik instalasi media transfer tersebut, beserta cara transfernya
  • Melakukan editing foto
  • Melakukan teknik printing

;;